Kehadiran Pendeta Perempuan dalam Pelayanan Gereja
Upaya Membangun Perdamaian melalui Perspektif Johan Galtung dalam Konteks Keadilan Gender di GKLI
DOI:
https://doi.org/10.62926/jtct.v2i1.77Kata Kunci:
pendeta perempuan, diskriminasi gender, budaya patriarki, kekerasan struktural, keadilan gerejawiAbstrak
Penolakan terhadap pendeta perempuan dalam Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI) mencerminkan ketidaksetaraan gender yang dilegitimasi oleh ajaran gereja, budaya patriarki, tekanan keluarga pendeta, serta kebijakan internal yang dipengaruhi oleh mitra luar. Meskipun GKLI pernah menahbiskan pendeta perempuan pada 1992, praktik tersebut tidak berlanjut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara. Analisis dilakukan menggunakan teori Johan Galtung tentang kekerasan dan upaya perdamaian serta teori keadilan distributif Michael Walzer untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat partisipasi perempuan dalam kepemimpinan gerejawi serta bagaimana kekerasan struktural tercermin dalam kebijakan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan peran perempuan dalam GKLI bukan sekadar keputusan gerejawi, tetapi juga merupakan bentuk kekerasan struktural yang memperkuat subordinasi gender. Tulisan ini menegaskan perlunya revisi kebijakan gereja yang lebih inklusif, berkeadilan, dan kontekstual, serta mengusulkan pendekatan rekonsiliasi dan transformasi sebagai strategi membangun perdamaian melalui penerimaan pendeta perempuan. Dengan demikian, GKLI dapat lebih mencerminkan nilai-nilai kasih, keadilan, dan kesetaraan dalam praksis teologisnya serta memastikan perdamaian yang berkelanjutan dan keadilan gender dalam gereja.
Unduhan
Referensi
A.P.Murniati. Manajemen Berwawasan Gender (Makalah). Yogyakarta, 1996.
DS. Wawancara dengan Pendeta Perempuan asal Gereja GKLI, namun kini sudah menjadi pendeta di gereja lain karena GKLI tidak menerima pendeta perempuan. WhatsApp, Desember 2023.
Erlyanti, Linda Dwi. “Pemikiran Johan Galtung Tentang Kekerasan Dalam Perspektif Feminisme.” Jurnal Hubungan Internasional 6, no. 1 (September 19, 2017).
Ganindra Ahmad Altamir. “Women"s Resistance Against Sexual Violence In The Keeping Room Movie (2014).” LITERA KULTURA: Journal of Literary and Cultural Studies Vol. 8 Number 3 (2020).
GKLI. Almanak GKLI. Humbang Hasundutan: GKLI, 2013.
———. Amandemen Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga GKLI Tahun 2018 Atas Perubahan AD/ART Tahun 2009. Tarutung: GKLI, 2018.
HKI. “Sejarah HKI.” Accessed October 12, 2023. https://www.huriakristenindonesia.com/Sejarah-Hki/.
Hommes, Anne. Perubahan Laki-Laki Dan Wanita Dalam Masyarakat. Yogyakarta: Kanisius, 1992.
HSE. Wawancara dengan seorang pengajar, memilih menjadi pengajar karena gerejanya tidak menerima perempuan sebagai pendeta. WhatsApp, Desember 2023.
Hutauruk, Jubil Raplan. Lahir, Berakar Dan Bertumbuh Di Dalam Kristus: Sejarah 150 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) 7 Oktober 1861- 7 Oktober 2011. Pearaja Tarutung: Kantor Pusat HKBP, 2011.
Johan Galtung. “Cultural Violence.” Journal of Peace Research, 1990, 291–305.
———. Studi Perdamaian “Perdamaian Dan Konflik Pembangunan Dan Peradaban.” Surabaya: Pustaka Eureka, 2003.
———. “Violence, Peace, and Peace Research.” Journal of Peace Research, 1969, 167–91.
Johan Galtung dan, Charles Webel. Handbook Studi Perdamaian Dan Konflik. Bandung: Nusa Media, 2021.
Jusuf Haries Kelelufna, Sevone Pattiserlihun. “Gema Teologika, Eksistensi Perempuan: Kritik Sastra Feminis, Perempuan Sebagai Pembaca Kidung Agung 3:1-5.” 7 No.1 (April 2022): Yogyakarta.
Kolimon, Mery. Misi Pemberdayaan Perspektif Teologi Feminis. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2021.
Lederach, John Paul. Preparing for Peace: Conflict Transformation across Cultures. 1. paperback ed., [Nachdr.]. Syracuse Studies on Peace and Conflict Resolution. Syracuse, N.Y: Syracuse Univ. Press, 2008.
Lemmp, Walter. Benih Yang Tumbuh XII: Suatu Survey Mengenai Gereja-Gereja Di Sumatera Utara). Jakarta: Lembaga Penelitian dan Studi Dewan Gereja-Gereja di Indonesia, 1976.
Lilijawa, Isidorus. Perempuan, Media Dan Politik. Maumere: Ledlero, 2010.
Michael Walzer. Spheres of Justice. Oxford: Blackwell, 1983.
Natar, Asnath N. “Perempuan Dalam Kepemimpinan Agama: Pengalaman Kristen.” Musawa: Jurnal Studi Gender Dan Islam 18, no. 2 (2019).
Natar, Asnath Niwa. Membongkar Kebisuan Perempuan: Kedudukan Perempuan Dalam Kitab Ditinjau Dari Perspektif Feminis. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2021.
Niwa Natar, Asnath (ed). Perempuan Kristiani Indonesia Berteologi Feminis Dalam Konteks. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.
Perkumpulan Eutenika. “Keamanan Insani Bagi Kelompok Perempuan Di Pedesaan,” December 14, 2020. https://eutenika.org/archives/1770.
Rawls, John. A THEORY OF JUSTICE. Cambridge: Harvard University, 1999.
Siahaya, Nunuk Rinukti. “Peranan Perempuan Menurut Perjanjian Baru Bagi Perkembangan Kepemimpinan Perempuan Di Dalam Gereja.” Sekolah Tinggi Agama Kristen Teruna Bhakti 1, no. 1 (2018): 33–41.
Tuwu, Darmin. “Peran Pekerja Perempuan Dalam Memenuhi Ekonomi Keluarga: Dari Peran Domestik Menuju Sektor Publik.” Al Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian 13, no. 1 (2018): 63.
United Nations Trust Fund for Human Security. “The Human Security Approach: From Principles to Practice – An Interactive Training Course,” n.d. Accessed November 2, 2023.
Walby, Sylvia. Teorisasi PATRIARKI. Yogyakarta: Jalasutra, 1990.
Wawancara Dengan Inisial A, n.d.
Weber, Thomas. “The Impact of Gandhi on the Development of Johan Galtung’s Peace Research.” Global Change, Peace & Security 16, no. 1 (2004): 31–43.
File Tambahan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.