Gereja, Homo Digitalis, dan Kebenaran

Tanggung Jawab Misiologis Gereja di Ruang Digital

Penulis

  • Bonar Samuel Purba Fakultas Teologi UKDW Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.62926/jtvd.v6i1.66

Kata Kunci:

Gereja, Homo Digitalis, Interaksi Fisik, Kebenaran, Literasi Digital, Tanggung Jawab Misiologis

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah menciptakan transformasi besar dalam cara manusia berinteraksi, yang mengarah pada munculnya homo digitalis, yakni individu yang eksistensinya bergantung pada aktivitas digital. Paper ini mengeksplorasi bagaimana perubahan ini memengaruhi makna kebenaran, di mana informasi sering kali lebih diutamakan daripada pencarian kebenaran yang mendalam. Di ruang digital, kebenaran sering kali diukur berdasarkan performa atau dampaknya, yang menciptakan tantangan bagi gereja dalam mempertahankan integritas misiologisnya. Berdasarkan gagasan F. Budi Hardiman, Jonas Kurlberg, dan Jay Y. Kim, paper ini membahas bagaimana gereja harus merespons tantangan ini dengan menjadi agen kebenaran dan komunitas yang otentik. Hardiman menekankan perlunya memahami bagaimana teknologi mengubah persepsi kebenaran, sementara Kurlberg menyoroti pentingnya gereja sebagai penyeimbang nilai-nilai etis di tengah maraknya disinformasi. Kim menggarisbawahi esensi interaksi fisik untuk mempertahankan komunitas gereja yang sejati, meski teknologi digital dapat menjadi alat pendukung yang berharga. Kesimpulannya, gereja perlu memadukan penggunaan teknologi dengan praktik-praktik analog yang menekankan kehadiran fisik dan nilai-nilai spiritual, memastikan relevansi misi gereja di era digital tetap terjaga.

Referensi

Banaji, Shakuntala, and Ramnath Bhat. Social Media And Hate. New York: Routledge, 2022.

Bufacchi, Vittorio. “Truth, Lies and Tweets: A Consensus Theory of Post-Truth.” Philosophy & Social Criticism 47, no. 3 (March 2021): 347–61. https://doi.org/10.1177/0191453719896382.

“Data Jumlah Pengguna Media Sosial di Dunia (Oktober 2020-Oktober 2023).” Accessed December 30, 2023. https://dataindonesia.id/internet/detail/data-jumlah-pengguna-media-sosial-di-dunia-oktober-2020oktober-2023.

Hardiman, F. Budi. Aku Klik Maka Aku Ada : Manusia Dalam Revolusi Digital. Yogyakarta: Kanisius, 2021.

———. Kebenaran Dan Para Kritikusnya : Mengulik Idea Besar Yang Memandu Zaman Kita. Yogyakarta: Kanisius, 2023.

Hidayat, Medhy Aginta, ed. Homo Digitalis: Manusia Dan Teknologi Di Era Digital. Yogyakarta: Elmatera, 2018.

Kim, Jay Y. Analog Church: Why We Need Real People, Places, and Things in the Digital Age. Illinois: InterVarsity Press, 2020.

Kurlberg, Jonas. Christian Modernism in an Age of Totalitarianism: T.S. Eliot, Karl Mannheim and the Moot. London: Bloomsbury Publishing, 2019.

Putri, Virgina Maulita. “GSMA: 4,3 Miliar Orang di Dunia Sudah Punya Smartphone.” detikinet. Accessed December 30, 2023. https://inet.detik.com/cyberlife/d-6984806/gsma-4-3-miliar-orang-di-dunia-sudah-punya-smartphone.

Reeven, Eva van. “The Internet: State of Nature or Artificial State? : A Modern Reflection on Hobbes and Rousseau.” ESJP 14 (2018).

Soames, Scott. Philosophical Analysis in the Twentieth Century, Volume 2 :The Age of Meaning. New Jersey: Princeton University Press, 2005.

Unduhan

Diterbitkan

2024-11-28