Menerapkan Prinsip Pendidikan Pembebasan Paulo Freire dalam Konteks Pendidikan di Toraja
DOI:
https://doi.org/10.62926/jct.v2i1.118Kata Kunci:
Pendidikan, Pembebasan, Pemberdayaan, Masyarakat, Pelajar, TorajaAbstrak
Studi ini mengeksplorasi peran pendidikan dalam pengembangan masyarakat, dengan fokus pada pemikiran kritis dan pengembangan individu. Paulo Freire, seorang filsuf, pendidik, dan aktivis sosial asal Brasil, menekankan pentingnya pendidikan dalam memberdayakan individu, mengembangkan pemikiran kritis dan mendorong partisipasi aktif. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi pustaka, peneliti tidak mengumpulkan data baru melalui wawancara atau observasi lapangan. Filosofi Freire di Toraja menekankan dialog, pemikiran kritis, dan keterlibatan masyarakat dalam mengatasi masalah sosial. Pendidikan harus fokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, memberdayakan siswa untuk berpikir kritis, dan memecahkan masalah sosial. Guru harus melibatkan siswa dalam diskusi tentang topik yang relevan dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Teori sintesis Freire dapat diterapkan pada sistem pendidikan Toraja. Penulis ingin menawarkan Pendidikan pembebasan Paulo Freire untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan. Dalam konteks Toraja, prinsip ini dapat diterapkan dengan meningkatkan partisipasi siswa, mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan lokal dan memberdayakan siswa sebagai agen perubahan. Dengan demikian, pendidikan dapat menjadi alat untuk membebaskan dan memberdayakan masyarakat Toraja.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Gorga: Jurnal Teologi Konstruktif

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dalihan Na Tolu: Journal of Constructive Theology memegang hak cipta atas seluruh artikel yang dimuat di jurnal online ini.