Baptisan dan Martutu Aek
Sebuah Dialog Teologis Injil Yohanes dan Tradisi Batak Toba
DOI:
https://doi.org/10.62926/jct.v2i1.113Kata Kunci:
Baptisan, Martutu Aek, Injil Yohanes, Tradisi Batak Toba, Teologi KontekstualAbstrak
Tulisan ini mengkaji makna teologis baptisan dalam Injil Yohanes dalam dialog dengan ritus Martutu Aek yang hidup dalam komunitas Batak Toba. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan interdisipliner, menggabungkan teologi biblika, teologi kontekstual, dan antropologi budaya. Fokus analisis diarahkan pada teks Yohanes 3:1–13 dan 4:1–42 yang diperhadapkan dengan simbolisme serta praktik etnografis Martutu Aek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik baptisan dalam Injil Yohanes maupun Martutu Aek menekankan aspek penyucian, pembentukan identitas, dan integrasi komunal melalui simbol air. Namun, konsep “air hidup” dalam Injil Yohanes membuka horizon teologis baru untuk memahami Martutu Aek dalam terang Kristus, sementara Martutu Aek mengakarbawahkan baptisan Kristen pada makna relasional dan ekspresi budaya lokal. Implikasi utama studi ini ialah lahirnya teologi air yang lebih kontekstual, relasional, dan inkarnasional, yang tidak hanya memperkaya pemahaman tentang baptisan, tetapi juga meneguhkan relevansi iman Kristen dalam kebudayaan Batak Toba.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Gorga: Jurnal Teologi Konstruktif

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dalihan Na Tolu: Journal of Constructive Theology memegang hak cipta atas seluruh artikel yang dimuat di jurnal online ini.