Baptisan dan Martutu Aek

Sebuah Dialog Teologis Injil Yohanes dan Tradisi Batak Toba

Penulis

  • Daniel Razsekar STT HKBP Pematangsiantar

DOI:

https://doi.org/10.62926/jct.v2i1.113

Kata Kunci:

Baptisan, Martutu Aek, Injil Yohanes, Tradisi Batak Toba, Teologi Kontekstual

Abstrak

Tulisan ini mengkaji makna teologis baptisan dalam Injil Yohanes dalam dialog dengan ritus Martutu Aek yang hidup dalam komunitas Batak Toba. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan interdisipliner, menggabungkan teologi biblika, teologi kontekstual, dan antropologi budaya. Fokus analisis diarahkan pada teks Yohanes 3:1–13 dan 4:1–42 yang diperhadapkan dengan simbolisme serta praktik etnografis Martutu Aek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik baptisan dalam Injil Yohanes maupun Martutu Aek menekankan aspek penyucian, pembentukan identitas, dan integrasi komunal melalui simbol air. Namun, konsep “air hidup” dalam Injil Yohanes membuka horizon teologis baru untuk memahami Martutu Aek dalam terang Kristus, sementara Martutu Aek mengakarbawahkan baptisan Kristen pada makna relasional dan ekspresi budaya lokal. Implikasi utama studi ini ialah lahirnya teologi air yang lebih kontekstual, relasional, dan inkarnasional, yang tidak hanya memperkaya pemahaman tentang baptisan, tetapi juga meneguhkan relevansi iman Kristen dalam kebudayaan Batak Toba.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-30

Cara Mengutip

Razsekar, D. (2025). Baptisan dan Martutu Aek: Sebuah Dialog Teologis Injil Yohanes dan Tradisi Batak Toba. Gorga: Jurnal Teologi Konstruktif, 2(1), 63–83. https://doi.org/10.62926/jct.v2i1.113