Dignitas Manusia dalam Krisis Ekologi Berdasarkan Konsep Imago Dei dan Ekoteologi
DOI:
https://doi.org/10.62926/jct.v2i1.108Kata Kunci:
Martabat manusia, krisis ekologi, Imago Dei, ekoteologi, Indonesia, penatalayanan lingkunganAbstrak
Studi ini bertujuan untuk menginspirasi pemahaman yang lebih dalam tentang dimensi moral dan spiritual dari pengelolaan ekologi, memperkuat panggilan bagi umat Kristen untuk menegakkan tanggung jawab mereka terhadap ciptaan. Krisis ekologi menghadirkan tantangan signifikan terhadap martabat manusia, terutama dari perspektif Imago Deidan ekoteologi. Tulisan ini mengeksplorasi hubungan antara martabat manusia dan tanggung jawab ekologi, dengan menekankan dasar teologis yang diberikan oleh konsep Imago Dei, yang menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah. Pemahaman ini menyerukan penghormatan yang mendalam terhadap ciptaan dan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan. Degradasi ekologi yang terus berlangsung, yang dipicu oleh sikap antroposentris, mengancam tidak hanya lingkungan tetapi juga esensi dari martabat manusia itu sendiri, karena merusak ekosistem yang menjadi sandaran kehidupan manusia. Dalam konteks Indonesia, di mana keanekaragaman hayati kaya namun rentan, ekoteologi muncul sebagai pendekatan yang relevan untuk mendorong kesadaran dan tindakan ekologis di dalam komunitas Kristen. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan tanggung jawab ekologis, ekoteologi mendorong para penganutnya untuk terlibat aktif dalam melestarikan lingkungan sebagai manifestasi dari iman mereka. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi pustaka, untuk menganalisis implikasi teologis dari Imago Dei dan ekoteologi dalam merespons krisis ekologi. Temuan penelitian menyoroti keterkaitan antara martabat manusia dan kesehatan lingkungan, serta mendorong tindakan kolektif untuk mempromosikan keberlanjutan dan keadilan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Gorga: Jurnal Teologi Konstruktif

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dalihan Na Tolu: Journal of Constructive Theology memegang hak cipta atas seluruh artikel yang dimuat di jurnal online ini.